Perbedaan Ibadah Qurban dan Ibadah Aqiqah

Sudah sering memang, kita mendengar mengenai ibadah  Aqiqah dan Ibadsah Qurban, namun mungkin sebagian besar dari kita belum tentu memahami secara jelas apakah pengertian kedua ibadah tersebut. Berikut akan di bahas beberapa uraian mengenai perbedaan ibadah aqiqah dan ibadah qurban dalam kacamata syariat islam. nur aqiqah yogyakarta

Secara hukum  syariat Islam, Ibadah aqiqah merupakan sunnah muakkad(yang utama) yang diperintahkan kepada orangtua yang barusaja memiliki seorang anak untuk diaqiqahkan sebagai ‘penebus’ anak tersebut. Dalam pelaksana ibadah aqiqah sangat dianjurkan tuju  hari setelah kelahiran sang anak.

Hadits yang dimaksud adalah sabda nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 “Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama” [Hadis Riwatat Abu awud, nomer: 2838, at-Tirmidzi nomer: 1522, Ibnu Majah no. 3165 dll dari sahabat Samurah bin Jundub Radhiyallahu anhu. Hadits ini sudah dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]

Untuk jumlah hewan yang ditentukan yakni, 2 ekor hewan kambing atau domba untuk satu orang laki-laki dan satu ekor hewan kambing atau domba untuk 1 orang perempuan.  Untuk syarat hewan yang dipergunakan yaitu sehat dan tidak cacat dan sudah berumur satu tahun ke atas. Daging yang disembelih merupakan, daging yang sudah diolah atau bisa dimasak terlebih dahulu sebelum disedekahkan atau di berikan ke orang lain.

Sedangkan untuk ibdah Qurban, penyembelihan yang dilakukan setelah melaksanan ibadah Sholat Ied  saat (‘Ied) Idul Adha dan dilakukan pada kisaran tanggal 10,11,12,dan 13 Dzulhijah  dan diberikan kepada fakir miskin saja. Hal ini bertujuan agar mereka yang jarang mengkonsumsi daging bisa merasakan juga nikmat nya dan indahnya hari raya Idul Adha ini. Daging kambing qurban yang disedekahkan  juga merupakan daging mentah tanpa dimasak

Hewan Qurban yang dapat digunakan untuk berqurban yakni,  hewan qurban yang masuk dalam golongan hewan ternak seperti biri-biri, hewan kambing, sapi, kerbau, dan hewan unta. Namun, umur hewan juga adalah hal yang harus diperhatikan. Untuk hewan unta haruslah yang sudah berumur lima tahun, sapi berumur dua tahun, dan kambing satu tahun jika tidak maka Qurbannya tidaklah sah. Kesehatan fisik dan mental juga sangatlah diperhatikan. Sebagaimana yang diriwayatkan ;

empat hal: kaki nya pincang yang terlihat jelas, mata yang buta sebelah,,memiliki sakit yang jelas sakitnya, yang sangat kurus”. (HR. Malik di dalam “Muwatha’ “ dari hadits al Barra’ bin ‘Azib.

yang menjalankan ibadah berqurban haruslah pemilik sepenuhnya hewan tersebut kecuali ada persetujuan pemilik memberikan kepada orang lain, dan tidaklah sah apabila hewan milik orang lain atau didapatkan dari hasil mencuri mengambil paksa milik hewan qurban orang lain denga  alasan bathil.