Bayi Anda Lahir Prematur? Ketahui Tips Merawat Bayi Prematur Berikut!

bayi premature

ilustrasi bayi

Seorang bayi dikatakan lahir prematur apabila bayi tersebut lahir sebelum usia kandungan sang ibu mencapai sembilan bulan atau 37 minggu. Bayi dengan kondisi lahir prematur tentu memerlukan perawatan khusus terutama apabila berat badan si bayi kurang atau tergolong tidak normal.

Tips Khusus untuk Merawat Bayi Prematur

Merawat bayi prematur tentu berbeda dengan merawat bayi pada umumnya yang lahir pada waktu yang seharusnya. Beberapa tips dan trik akan kami bahas disini khusus terkait merawat bayi prematur terutama bagi bayi prematur yang sudah diperbolehkan untuk dirawat di rumah.

  • Gunakan Metode Kangaroo Mother Care

Metode kanguru ini dilakukan dengan menggendong bayi seperti kanguru atau mendekatkan bayi ke kulit ibunya sehingga dapat menghangatkan bayi dan meningkatkan ikatan bayi dengan ibunya.

  • Berikan Nutrisi yang Tepat dan Teratur

Bayi prematur tentu membutuhkan nutrisi yang lebih dari bayi pada umumnya. Nutrisi yang tepat dapat diperoleh dari ASI. Sebaiknya bayi diberikan ASI sekitar 8 hingga 10 kali sehari agar dirinya tidak dehidrasi dan mendapat nutrisi cukup.

  • Pastikan Posisi Tidur Bayi dalam Keadaan yang Tepat

Pastikan bayi tidur dalam posisi telentang, hal ini berguna untuk menghindari sindrom kematian mendadak pada bayi prematur.

  • Berikan Imunisasi Maupun Vaksin Kepada Bayi

Tips ini bertujuan untuk melindungi tubuh bayi agar tidak mudah terserang penyakit atau berbagai virus, sehingga kesehatan bayi tetap terjaga.

  • Selalu Cek Kesehatan Bayi

Orang tua harus rajin konsultasi dan cek kondisi bayi ke klinik atau dokter spesialis anak sehingga dapat diketahui pertumbuhan dan perkembangan bayi.

  • Batasi Orang yang Menjenguk Si Bayi

Membatasi para pengunjung bayi berguna untuk melindungi kesehatan bayi itu sendiri. Mengingat kita tidak tahu apakah orang yang menjenguk dalam keadaan sehat atau tidak.

  • Sebaiknya Bayi Dihindarkan dari Orang Sakit

Bayi yang lahir prematur biasanya kondisinya kurang kuat dan mudah terkena virus atau penyakit. Oleh karena itu, sebaiknya jauhkan bayi dari jangkauan orang yang sedang sakit agar kesehatan bayi tetap terjaga. Nah itu saja, tips yang kami berikan untuk merawat bayi prematur, Anda bisa mendapatkan informasi lainnya di situs/blog parenting indonesia.

Pertolongan Pertama pada Bayi Sakit Demam Berdarah

nyamuk demam berdarah

nyamuk DBD

Demam berdarah adalah suatu penyakit yang cukup berbahaya. Orang dewasa saja jika mengalami demam berdarah, akan langsung merasa tidak berdaya dan bahkan bisa mengalami kematian, bagaimana dengan bayi? Bayi sakit demam berdarah tentu ada hal-hal yang harus dilakukan sebagai pertolongan pertama agar sakitnya tidak bertambah parah. Anda harus menjaga kesehatan bayi Anda sebaik mungkin. Sebagai orang tua siaga, jika bayi selalu menangis dan badan panas, jangan dianggap enteng dan membiarkannya saja dengan terus memberinya makan dan berharap bayi Anda akan sembuh dari demam. Ada beberapa ciri khusus yang harus Anda keahui jika bayi Anda mengalami demam berdarah. Penyakit ini sungguh berbahaya, akan sangat mengkhawatirkan jika yang terjangkit adalah seorang bayi.

Ciri-Ciri Bayi Sakit Demam Berdarah

Untuk bisa mengetahui apakah bayi Anda sakit demam biasa atau sakit demam berdarah, Anda bisa melihatnya dengan ciri-ciri yang biasa muncul pada bayi sakit demam berdarah. Ingatlah agar Anda selalu menjadi orang tua siaga agar anak Anda saat sakit segera ditangani dengan cepat. Untuk diketahui, ciri-ciri demam berdarah yang ada pada bayi adalah :

  • Suhu tubuh pada bayi sangat tinggi dan tidak normal. Anda harus mengeceknya dengan termometer dan cari tahu, suhu normal untuk bayi itu berapa. Suhu normal bayi biasanya berkisar antara 36 sampai 37 derajat celcius. Jika suhu bayi berada di atas 38 derajat Celcius bisa dipastikan ia terkena demam.
  • Muncul ruam-ruam yang ada di kulit bayi, biasanya berupa bintik-bintik kecil merah yang terdapat sebagian besar di tangan.
  • Biasanya bayi yang lagi terkena demam, akan sering menangis, napsu makan pun juga hilang.
  • Buang air besar tidak lancar, bahkan cendering sangat cair dan warnanya lebih pekat dari warna normal.
  • Bayi juga sering mengalami mual dan muntah.

Setelah Anda mengenal dan mengetahui dengan baik tanda-tanda atau ciri dari bayi sakit demam berdarah, segeralah bawa dia ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dengan begitu, bayi Anda bisa terselamatkan dari hal yang lebih buruk.

Tips Sehat Menghindari Diare pada Bayi

bayi terhindar penyakit

bayi jarang sakit

Diare merupakan sakit yang diderita seseorang yang ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Makanan yang kurang higienis (tidak bersih dalam memasaknya) dapat menjadi salah satu penyebab munculnya sakit diare. Sakit diare dapat menyerang siapa saja dan dalam lapisan umur berpa pun. Terkadang anak kecil yng masih bayi pun tak luput dari sakit yang satu ini jika orang tuanya tidak memperhatikan asupan makanan dan kebersihan lingkungan dari anaknya.

Berikut ini adalah penyebab diare pada bayi versi ‘mamapapa.id’ :

  1. Faktor lingkungan, dalam hal ini adalah ibu karena ibu merupakan sosok ang paling dekat dengan bayinya. Bayi dapat terkena diare jika ibu tidak bersih dalam mencuci alat makan dan minum bayi (masih banyak kuman dan tidak menggunakan anti septik ketika mencuci), ibu yang tidak bersih dan higienis (dalam hal ini setelah melakukan suatu kegiatan apa pun harus mencuci tangan dengan sabun yang bersih, agar bayi terhindar dari bakteri yang disebabkan oleh ibunya), dan masih banyak lagi beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang ibu agar anaknya tidak mendapatkan pengaruh jelek apa yang ibunya sudah lakukan (dalam hal ini adalah tentang kebersihan dari ibu itu sendri).
  2. Infeksi, dalam hal ini adalah kuman penyakit seperti, virus, bakteri, parasit yag dapat menyebar melalui makann dan miniman yang sudah tercemar.
  3. Penurunan daya tahan tubuh, salah satu penyebab daya tahan tubuh bayi menururn atau lemah adalah pemberian asi yang dilakukan oleh ibu kurang dari dua tahun. Pemberian asi selama 2 tahun dirasa sudah sangat pas karena bagaimanapun asi adalah makanan yang paling baik untuk bayi karena kandungan nutrisi yang luar biasa yang terdapat dalam asi.
  4. Keracunan Makanan, untuk ibu yang suka jajan di luar, perhatikan kebersihan dari tempat yang menjual, masakan dirumah akan lebih sehat dan higienis sehingga resiko bayi terkena diare akan semakin kecil.