Aqiqah dan Qurban dalam Islam

Alhamdlillah  kita semua telah diberikan kesehatan dan semoga selalu dilindungi dan di rahmati baik di dunia maupun di akhirat oleh Allah SWT dan diberikan kelimpahan rejeki serta kelapangan jiwa terhadap segala cobaan dan rintangan dari-Nya. yogyakarta.nur-aqiqah.com

dalam perayaan Idul Adha atau masyarakat indonesia biasa menyebutnya dengan  lebaran haji kembali hadir untuk mengingat kisah besar dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alahissalam yang memiliki ketaatan utama kepada kedua orang tuanya.Yang mana sewaktu ketika Nabi Ismail harus iklash dan bersabar untuk mengorbankan dirinya guna memenuhi perintah  Allah SWT untuk disembelih.

pelajaran dan hikmah yang harus dilakukan oleh kaum muslim diseluruh bagian dunia yaitu, menyembelih hewan qurban untuk disedekahkan dan berbagi kepada yang berhak membutukan seperti fakir miskin dan anak yatim dalam bentuk daging mentah yang baik dan halal tentunya. Selain itu, syarat hewan yang digunakan adalah hewan sudah hak miliki sendiri bukan milik orang lain atau yang kepemilikannya tidak jelas. Hewan Qurban yang digunakan yaitu bisa unta, sapi, dan kambing.

Dalam hal merayakan ibadah  Qurban tentunya hanya dilakukan 1satu tahun sekali dan bisa dilakukan berulang kali pada saat Idul Adha di bulan Dzulhijah dan penyembelihan hanya syah setelah sholat Ied selain itu maka tidak sah.

 

Apa yang menjadi perbedaan diantara ibadah Aqiqah dan Ibadah Qurban?

 

Pelaksanaan Ibadah aqiqah dilakukan sebagai perwujudan rasa syukur atas karunia Anak dan  bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT sekaligus. Ibadah Aqiqah juga dilaksanakan untuk sarana menampakkan rasa senang dan gembira dalam melakukan syariat Islam dan bertambahnya keturunan kaum muslimin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

Syarat hewan aqiqah yakni hewan kambing  yang tidak cacat sehat fisik maupun sehat mental, tubuhnya sempurna tidak ada yang kurang satupun, alat inderanya masih lengkap sempurna dan tidak sama sekali gila.Binatang yang sah untuk qurban maupun aqiqah ialah yang tidak cacat, misalnya pincang, sangat kurus, sakit, putus telinga, putus ekornya, dan telah berumur. Untuk pelaksanaan Ibadah Aqiqah bisa dilakukan kapan saja sekali seumur hidup pada saat tujuh hari kelahiran bayi. Untuk perhitungannya mulai dari hari lahirnya hingga enam hari selanjutnya namun apabila bayi tersebut lahir setelah pagi tiba maka hari selanjutnyalah yang menjadi hari pertama kelahiran bayi tersebut.

Itulah beberapa hal mengenai perbedaan antara Ibadah aqiqah dan Ibadah qurban, baik dalam syarat nya tata pelaksanaannya yang harus dilaksanakan apabila seseorang muslim ingin melaksanakan ibadah aqiqah dan ibadah qurban